Friday, October 5, 2018

Pengertian Repeater, Bridge, NIC (Network Interface Card) Beserta Fungsi dan Cara Kerja pada Jaringan Komputer


1. Repeater
Pengertian Repeater
repeater
Repeater merupakan perangkat yang berfungsi untuk menerima sinyal yang berisi data dalam suatu jaringan. Dengan menggunakan repeater maka jangkauan jaringan akan lebih luas. Repeater menerima sinyal dan kemudian memancarkan kembali sinyal yang identik dengan sinyal asal, tetapi dengan cara yang berbeda. Umumnya repeater memancarkan kembali sinyal tersebut dalam frekuensi yang berbeda dari frekuensi sinyal asal.

Repeater sendiri terdapat beberapa macam tipe, yaitu :
1) telephone repeater
telephone repeater
Telephone repeater adalah jenis repeater yang digunakan pada saluran telepon. Pada saluran kabel telepon, biasanya sinyal akan terdegradasi karena jarak tempuh yang jauh. Oleh karena itu repeater harus digunakan agar sinyal yang diterima oleh pengguna telepon jelas.


2) optical communications repeater
optical communications repeater
Repeater ini berfungsi untuk memperkuat jangkauan sinyal di dalam kabel serat optik (fiber optic cable). Di dalam serat kabel optik, informasi digital secara fisik berwujud sebagai light pulses. Light pulses (Dalam bahasa indonesia disebut pulsa cahaya) tersebut terbentuk dari foton. Foton tersebut bisa tersebar secara acak di dalam kabel serat optik.


3) radio repeater
radio repeater

Repeater jenis ini, seperti namanya, berfungsi untuk memperkuat sinyal radio. Pada umumnya repeater jenis ini mempunyai satu antena yang berfungsi sekaligus sebagai receiver dan transmitter. Repeater tipe ini akan mengubah frekuensi sinyal yang diterimanya sebelum dipancarkan kembali. Sinyal yang dipancarkan sinyal repeater ini akan mampu menembus objek penghalang.
Radio repeater mempunyai banyak jenis. Beberapa di antaranya adalah broadcast relay station, microwave relay, passive repeater, cellular repeater, dan digipeater. Sistem kerja repeater yang sering digunakan untuk memperkuat sinyal wifi pada jaringan komputer umumnya menggunakan repeater jenis ini.

Fungsi Repeater
1.      Memperluas daya jangkau signal server
Fungsi yang pertama dari alat ini adalah untuk memperluas daya jangkau singnal. Jika signal lemah, maka daya jangkaunya akan lebih sempit, sedangkan ketika signal kuat maka daya jangkaunya akan lebih luas.
2.      Mengcover berbagai wilayah minim signal dari server
Dengan menggunakan repeater, maka daerah yang minim signal dapat dapat lebih mudah untuk mendapatkan signal. Hal ini dikarenakan, signal yang lemah dibuat menjadi lebih kuat oleh alat ini.
3.      Memudahkan akses signal WiFi
Dengan signal yang lebih kuat tentunya para pengguna perangkat yang membutuhkan signal dapat lebih mudah mengakses signal tersebut. Salah satu penerapan dari alat ini adalah pada signal WiFi.
4.      Meneruskan dan memaksimalkan signal
Fungsi yang keempat adalah meneruskan dan memaksimalkan signal. Dalam fungsi ini, repeater bekerja dengan cara menangkap, mengelola, memperbesar, dan meneruskan signal ke berbagai perangkat jaringan yang ada di sekitar alat ini.
5.      Memudahkan proses pengiriman dan penerimaan data
Dengan signal yang lebih kuat proses pengiriman dan penerimaan data antar sesama pengguna perangkat jaringan ataupun yang melalui jaringan dapat dilakukan dengan lebih cepat. Hal ini dapat diibaratkan seperti halnya ketika mobil melaju di jalan tol (ketika menggunakan repeater).
6.      Meminimalisir penggunaan kabel jaringan
Sistem kerja dari repeater adalah melalui signal wireless. Dengan menggunakan alat ini, maka penggunaan kabel yang ribet dan semrawut dapat dihindari.

Cara Kerja Repeater
Repeater berfungsi untuk memperluas jangkauan jaringan wifi. Hal ini dilakukan dengan cara menerima sinyal data dan kemudian dipancarkan lagi. Sebelum dipancarkan kembali, sinyal yang telah masuk ke repeater diperkuat terlebih dahulu.
Pada dasarnya repeater mempunyai dua jenis komponen di dalamnya. Komponen yang pertama bertugas untuk menerima data sinyal dari transmitter. Sedangkan Komponen yang kedua berfungsi memancarkan kembali data sinyal tersebut. Namun sebelum data sinyal tersebut dipancarkan kembali, perangkat keras pada repeater ini akan melakukan pengubahan frekuensi sehingga sinyal data yang dipancarkan menjadi lebih kuat. Dengan demikian maka sinyal pun akan menjadi lebih kuat dan jangkauannya pun akan lebih luas.
Di dalam pemrosesan sinyal data yang masuk ke dalamnya, repeater mempunyai dua sistem yang umumnya digunakan. Sistem tersebut adalah analog repeater dan digital repeater. Pada analog repeater, sinyal data dikirimkan dalam bentuk data analog dimana konsumsi daya listrik berbanding lurus dengan amplitudo atau besarnya sinyal yang dikirimkan. Sedangkan digital repeater mengirimkan sinyal data dalam bentuk digital. Data digital dikirim dalam bentuk binary, yaitu diwakili oleh angka 1 dan 0. Selain itu digital repeater juga melakukan proses tambahan pada data sinyal yang diproses.
Itulah pengertian repeater beserta fungsi dan cara kerjanya. Sekarang anda paham bahwa peran utama repeater adalah menerima sinyal dari suatu jaringan dan kemudian memancarkan kembali sinyal tersebut menjadi lebih luas (rangenya

2. Bridge
Bridge
Bridge connection merupakan perangkat yang dapat menghubungkan jaringan komputer LAN (Local Area Connection) dengan jaringan lokal yang lain. Bridge mempunyai kelebihan yaitu dapat mengbungkan tipe jaringan komputer yang berbeda seperti Ethernet dengan Fast Ethernet. Bridge berjalan pada Data Link Layer pada network model OSI (Open System Interconnection), Oleh karena itu bridge dapat menghubungkan jaringan komputer dengan metode transmisi atau medium access control yang berbeda. Selain itu bridge juga dapat mempelajari alamat link yang ada pada setiap perangkat yang terhubung dengannya.



Fungsi Bridge pada jaringan komputer :
Bridge mempunyai beberapa fungsi pada jaringan komputer, fungsi-fungsi tersebut diantaranya:
1. Menghubungkan 2 buah jaringan LAN yang sejenis.
2. Dapat menghubungkan beberapa jaringan komputer yang terpisah.
3. Bridge dapat berfungsi sebagai router pada jaringan komputer yang lebih luas (Bridge    Router).


Cara kerja Bridge pada jaringan komputer
           Prinsip kerja Bridge yaitu dengan memetakan alamat Ethernet dari satu titik atau node yang terdapat pada masing-masing segmen dalam jeringan komputer. Selanjutnya setelah bridge menerima sebuat paket data maka bridge akan menentukan segmen tujuan dan juga sumbernya. Jika segmen tersebut sama maka bridge akan menolaknya sebaliknya jika segmennya berbeda maka bridge akan melanjutkan paket tersebut sampai pada alamat yang dituju.

3. NIC (Network Interface Card)
NIC (Network Interface Card)
Apa itu NIC?
Mungkin banyak juga dari anda yang belum mengetahui apa itu NIC. NIC merupakan kependekan dari Network Interface Card. Nah, dari namanya saja, sudah jelas terlihat bahwa perangkat keras ini merupakan salah satu perangkat keras jaringan yang sangat penting dan vital di dalam sebuah jaringan komputer.
NIC merupakan sebuah perngkat keras jaringan, yang secara fisik berbentuk seperti sebuah kartu ekspansi, yang memungkinkan setiap komputer dapat terhubung dengan suatu jaringan dengan menggunakan kabel jaringan. NIC (Network Interface Card) ini juga memiliki beberapa istilah lainnya, seperti Kartu Jaringan (Network Card), LAN Card dan juga Ethernet Card.
NIC dipasangkan pada sebuah slot yang tedapat di dalam motherboard komputer. Saat ini seluruh jenis motherboard yang ada di dunia sudah mendukung slot untuk ekpansi NIC ini, jadi tidak ada alasan bagi sebuah produsen komputer untuk tidak menanamkan NIC di dalam komputer produksinya. NIC ini menggunakan port yang dikenal sebagai port RJ – 45, yang mana berfungsi sebagai port dalam menghubungkan kabel ataupun antenna wireless di dalam sebuah komouter, agar komputer tersebut bisa terhubung ke dalam jaringan.

Jenis – Jenis dari NIC
Network Interface Card pada dasarnya terbagi menajdi dua jenis. Berikut ini adalah kedua jenis Network Interface Card :
1. Network Interface Fisik / Physica
Sesuai dengan namanya, Network Inteface card fisik merupakan sebuah Network Interfaceyang dapat didefinisikan secara fisik, berbentuk kartu dan ditancapkan pada slot di dalam motherboard. NIC fisik inilah yang biasa kita gunakan sehari – hari, yang memiliki port RJ – 45 untuk mengkoneksikan sebuah komputer ke dalam jaringan menggunakan kabel.
2. Network Interface Logis / Logical
Berbeda degan NIC fisik, NIC logis merupakan sebuah Network Intrface Card yang tidak dpat didefinisikan secara fisik. Itu artinya, NIC Logis merupakan sebuah software atau sebuah program yang dibuat untuk mendefinisikan dirinya seolah – olah menjadi sebuah Network Interface Card.

Fungsi dari NIC (Network Interface Card)
Berikut ini adalah beberapa fungsi dari NIC atau Network Interface Card di dalam jaringan komputer secara teoritis :
1. Sebagai media pengirim data dari satu komputer ke komputer lainnya
Dengan adanya NIC ini, maka server dapat mengolah data yang dibutuhkan oleh klien atau user, dan kemudian mengirimkannya ke user, dengan alur yang berawal dari NIC milik server, diteruskan melalui sebuah kabel jaringan, yang kemudian diterima oleh NIC milik user atau klien.
2. Sebagai pengontrol data flow antar komputer yang menggunakan sistem kabel jaringan
Selain dapat melakukan pengiriman data secara teoritis Network Interface Card juga memiliki fungsi lainnya, yaitu sebagai pengontrol data flow atau aliran data dari sebuah jaringan komputer, terutama yang menggunakan sistem jaringan kabel. Hal ini merupakan fungsi yang sangat penting, dimana NIC dapat membantu menjaga agar data yang dikeluarkan dan juga diterima tidak berlebihan.
3. Menerima data dari komputer lain
Apabila fungsi nomor 1 mengacu kepada fungsi yang dimiliki oleh sebuah server di dalam jaringan komputer, maka pada point ini, fungsi dari sebuah Network Interface Card berada pada komputer client atau user. Ketika bertindak dan bekerja di dalam komputer yang merupakan komputer client atau server, maka NIC berfungsi untuk menerima data dan informasi yang sudah ditransmisikan oleh server di dalam jaringan. Dengan begitu, setiap data yang mengalir dan juga ditransmisikan akan bisa diterima oleh komputer user atau klien.
4. Menterjemahkan data menjadi bentuk bit, sehingga dapat dimengerti oleh komputer penerima
Fungsi lainnya dari NIC secara teoritis adalah melakukan konversi. Konversi ini meruapakan sebuah proses perubahan, yang dilakukan oleh NIC untuk mengubah aliran data di dalam sebuah jaringan menjadi bentuk bit. Bit merupakan bentuk atau formata yang bisa dibaca dan juga diolah oleh sebuah komputer, sehingga data yang ditransmisikan tersebut menjadi berguna dan akhirnya bisa diolah dan juga dibaca baik oleh komputer penerima ataupun komputer pengirim.

Fungsi dan Manfaat Praktis dari NIC
1. Membangun sebuah jaringan komputer dan menghubungkan komputer satu dengan komputer lain
2. Membantu mempermudah keperluan pengiriman data dan informasi antar komputer
3. Menghubungkan jaringan local dengan jaringan internet
4. Mengintegrasikan komputer dengan beberapa peralatan elektronik

Sumber :

Tuesday, October 2, 2018

Menghitung Subnetting IP Address kelas A

Menghitung subnetting memang tidak mudah, saat menghitung subnetting kita harus memainkan logika kita. jika logika kita main maka tidak sulit untuk menghitung subnetting.
Menghitung Subnetting Ip Address Kelas A kali ini kami mencoba untuk menjelaskan sedetail mungkin agar kalian cepat paham. Tidak beda dengan cara menghitung subnetting kelas c dan b hanya saja prefix total pada kelas B adalah 24 dan prefix total kelas C adalah 32. Prefix total untuk kelas A adalah 16.
Dengan soal seperti ini : 10.168.5.1/8, kemudian kita diminta mencari :
1.    Jumlah Network
2.    Jumlah Host
Cara menjawab :
Maka, untuk menghitung jumlah network dan host yang terbentuk dari alamat IP Address diatas adalah:
1. Jumlah Network
kita gunakan rumus :
2n  
= 20
= 1, maka jumlah networknya adalah 1
2. Jumlah Host
kita gunakan rumus :
prefix total - prefix soal = x
x = 16 - 8
   = 8
Host    = 2x - 2
= 28 – 2
= 256 – 2

= 254, maka jumlah hostnya adalah 254

Sumber :
http://jaringankomputer56.blogspot.com/2016/03/menghitung-subnetting-ip-address-kelas-a-dengan-mudah.html

Monday, September 24, 2018

Mengenal Jenis-Jenis Jaringan Komputer


Saat ini jaringan kompuer bisa dikatakan sebagai kebutuhan manusia akan komputer dan juga komunikasi. Dengan tambahan USB Modem maka komputer kita sudah dapat terhubung ke jaringan yang sangat luas yaitu WAN (Wide Area Network), atau dengan koneksi Wi Fi yang ada di gedung tempat kita bekerja maka kita juga sudah terhubung dengan jaringan yang disebut LAN (Local Area Network)

Sebenarnya apa yang dimaksud dengan jaringan komputer?
Wikipedia Indonesia menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan jaringan komputer merupakan sebuah sistem yang terdiri dari banyak komputer (lebih dari satu komputer) yang sengaja didesain untuk dapat saling berbagai sumber daya atau resources, saling berkomunikasi satuu sama lain, dan juga dapat saling mengakses informasi satu sama lain.
Lebih lanjut disebutkan pula oleh Wikipedia, bahwa tujuan utama dari pembuatan jaringan komputer ini adalah agar setiap bagian di dalam jaringn komputer dapat meminta dan juga memberikan layanan atau service, sehingga dapat mempermudah komunikasi antar client dan juga servernya.

Jenis – Jenis Jaringan Komputer
Yudianto (2007) mengatakan pula bahwa pada dasarnya, jaringan komputer merupakan suatu bentuk interkoneksi atau hubungan antar komputer, yang pada dasarnya memilki beberapa jenis, ditinjau dari 4 aspek atau bagian. Berikut ini adalah beberapa jenis dari jaringan komputer:
1. Berdasarkan Jangkauan Geografis
Apabila dibedakan menurut jangkauan geografisnya, maka jaringan komputer dapat dibagi dan dibedakan menjadi 3 jenis jaringan, yaitu :
·         Jaringan Lokal (LAN) atau Local Area Network.
·         Jaringan perkotaan (MAN) atau Metropolitan Area Network.
·         Jaringan luas (WAN) Wide Area Network.

2. Berdasarkan Distribusi Data Atau Sumber Informasi
Aspek berikutnya dalam pembagian jenis jaringan adalah berdasarkan distribusi data. Apabila dilihat berdasarkan distribusi data, maka jaringan komuter dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:
·      Jaringan terpusat
·      Jaringan terdistribusi

3. Berdasarkan Media Transmisi Dari Jaringan Komputer
Jaringan komputer mebutuhkan media untuk dapat mentransmisikan paket data yang akan dibagikan menjadi 2 jenis jaringan apabila dilihat dari media transmisi jaringannya:
·      Jaringan kabel (wired network)
·      Jaringan nirkabel (wireless network)

4. Berdasarkan Peran Komputer Dalam Proses Transmisi Data
Dengan adanya banyak komputer yang saling terhubung satu sama lain di dalam sebuah jaringan, maka ada 2 jenis jaringan yang dibedakan menurut peranan komputer sebagai perangkat keras jaringan komputer. Berikut ini adalah jenisnya:
·    Client-to-Server Connection
·     Peer to Peer Connection

Dalam artikel berikut ini kita akan mencoba mengenal pengertian dari jaringan komputer, berdasarkan luas areanya yaitu PAN, LAN, MAN dan WAN.

1. PAN (Personal Area Network)

Pada saat kita saling menghubungkan komputer atau perangkat lain seperti handphone, PDA, keyboard, mouse , headset wireless, camera dan peralatan lain yang jaraknya cukup dekat (4-6 meter) maka kita telah membentuk suatu Personal Area Network. Hal yang paling penting bahwa dalam PAN ini kita sendiri yang mengendalikan (authoritas) pada semua peralatan tersebut. Selain dihubungkn langsung ke komputer lewat port USB atau FireWire, PAN juga sering dibentuk dengan teknology wireless seperti bluetooth, Infrared atau WIFI.
Kegunaan PAN:
·         Untuk menghubungkan perangkat-perangkat komputer.
·         Sebagai komunikasi personal
Contoh Penggunaan PAN:
·         Menghubungkan mouse dengan Laptop menggunakan Bluetooth
·         Menghubungkan headset dengan Laptop menggunakan Bluetooth

2. LAN (Local Area Network)
Inilah jaringan komputer yang sangat populer. LAN (Local Area Network) adalah jaringan komputer yang mencakup wilayah kecil; seperti jaringan komputer kampus, gedung, kantor, dalam rumah dan sekolah. 
Local Area Network atau LAN tidak memerlukan jaringan telekomunikasi yang disewa dari operator telekomunikasi dan tidak juga menggunakan media fasilitas komunikasi umum seperti telepon, tetapi pemilik LAN itu sendirilah yang mengelola media komunikasinya.
Untuk LAN umumnya berbasis teknologi IEEE 802.3 Ethernet menggunakan perangkat switch. Lalu ada juga teknologi 802.11b (Wi-fi) yang sering digunakan untuk membentuk LAN. Tempat-tempat yang menyediakan koneksi LAN dengan teknologi Wi-fi disebut Hotspot.

3. MAN (Metropolitan Area Network)
Metropolitan Area Network (MAN) adalah suatu jaringan dalam suatu kota dengan transfer data berkecepatan tinggi yang menghubungkan berbagai lokasi seperti kampus, perkantoran, pemerintahan, dan sebagainya. Jaringan MAN adalah gabungan dari beberapa LAN. Jangkauan dari MAN ini berkisar antara 5 hingga 50 km.
Sebuah MAN biasanya tidak dimiliki oleh suatu organisasi melainkan dimiliki oleh salah satu penyedia layanan jaringan yang menjual pelayanan kepada pengguna. Ketimbang LAN, MAN berukuran lebih besar dan jangkauannya juga lebih luas, namun untuk teknologi yang digunakannya yaitu sama dengan LAN.

4. WAN (Wide Area Network)
WAN (Wide Area Network) merupakan jaringan komputer yang mencakup area yang besar sebagai contoh yaitu jaringan komputer antar wilayah, kota atau bahkan negara, atau dapat didefinisikan juga sebagai jaringan komputer yang membutuhkan router dan saluran komunikasi publik. Internet merupakan contoh dari jaringan WAN ini.

Sumber :

Etika Profesi Teknologi Informasi & Komunikasi

SURABAYA BACK HAT (SBH) A.       Studi Kasus Surabaya Black Hat (SBH), kelompok peretas sistem komputer yang mayoritas anggotanya me...